Setop Ngebul, Perokok 3 Kali Lebih Berisiko Kena Nyeri Punggung

Jakarta, Kanker, impotensi, gangguan gusi dan mulut serta masalah kesehatan lainnya bisa disebabkan akibat kebiasaan ngebul alias merokok. Tak berhenti sampai di situ, jika Anda perokok dan kerap mengalami nyeri punggung, bisa jadi akibat kebiasaan merokok Anda.

Sejumlah peneliti di Northwestern Medicine menemukan bahwa perokok tiga kali berisiko terkena nyeri punggung kronis dibandingkan dengan seseorang yang bukan perokok. Mereka menemukan pertama kalinya hubungan merokok dan nyeri punggung kronis pada wilayah otak, hasilnya dapat ditemukan hubungan kecanduan akibat merokok dengan penyakit tersebut.

Dalam rilisnya, ilmuwan di Northwestern University Feinberg School of Medicine, Bidgan Petre menuturkan bila Anda perokok dan sering mengalami nyeri punggung, sudah saatnya untuk segera mengurangi kemudian menghilangkan kebiasaan itu. Dalam studi yang dilakukan ia dan timnya menemukan agar rasa nyeri punggung mereda, salah satu caranya yakni dengan berhenti merokok.

“Dengan cara itu risiko nyeri punggung yang hebat akan berkurang. Sebab, merokok dapat memengaruhi otak yang nantinya berkaitan dengan timbulnya masalah nyeri pada punggung,” kata Petre, dikutip dari Counsel and Heal, Kamis (6/11/2014).

Untuk studi ini, Petre dan timnya menggunakan data terbaru dari studi observasional jangka panjang dengan menggunakan sampel 160 orang dewasa penderita nyeri punggung. Di antara peserta, 35 orang dalam kondisi sehat dan 32 orang mengalami nyeri punggung kronis.

Mereka menganalisa aktivitas MRI pada dua bagian otak, yaitu nucleus accumbens dan medial prefrontal cortex, di mana pada bagian tersebut melibatkan kebiasaan dan pembelajaran motivasi. Peneliti menemukan di dua bagian otak itu saling mengirimkan sinyal dan kekuatan hubungan di antara keduanya dapat memprediksi rasa nyeri.

“Hubungan di antaranya sangat kuat dan aktif di dalam otak perokok. Tetapi kami melihat penurunan yang sangat drastis pada perokok yang berhenti merokok di tengah-tengah penelitian. Jadi, seiring dengan berhenti merokok, rasa nyeri pada punggung mereda,” ucap Petre.

Hasil studi ini telah diterbitkan dalam jurnal Human Brain Mapping.